dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Rabu, 30 September 2015

Proposal Hidup Untuk Tuhan

Proposal tentu tak asing lagi ditelinga kita apalagi bagi mereka yang berkecimpung di dunia organisasi (baik itu di sekolah-sekolah, universitas dan perusahaan). Namun, tidakkah kita sadar bahwa seharusnya kita mempersiapkan proposal untuk kehidupan kita.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, proposal identik dengan mereka yang berada di dunia organisasi, membuat kegiatan-kegiatan yang bisa jadi dana dan tenaga yang dibutuhkan sangat besar. Dalam kasus seperti inilah proposal dimainkan.

“Yah, kalau untuk acara yang akan digelar satu atau tiga hari saja kita butuh proposal dengan persiapan yang matang, mengapa kita tidak yang berjalan puluhan tahun tidak membuat proposal ?” . Kira-kira begitulah pengantar pertama dalam buku Jamil Azzaini seorang motivator terbaik dalam bukunya yang berjudul “Tuhan, inilah proposal hidupku”. Buku ini diperkenalkan oleh seorang dosen favorite di semester awal program pascasarja tahun ini, Prof. dr. Veni Hadju. Kalau difikir-fikir, memang ada benarnya juga, mengapa kita membiarkan hidup kita mengalir tanpa arah, tujuan dan cita-cita. Memang hal seperti ini sebenarnya sudah mulai diperkenalkan saat kuliah S1 dulu. Mulai dari menyusun rencana hingga 20 atau 30 tahun ke depan sampai menulis 100 cita-cita. Tapi entah saya yang malas atau memang masih berusaha menemuan arah yang jelas dan menyusun tujuan dengan rapi sehingga rasanya saya berjalan begitu saja, entahlah (saya membela diri :D).

Dalam buku ini berisi tentang bagaimana langkah-langkah menyusun proposal hidup kita. Mulai dari bagaimana kita mengenal diri kita terlebih dauhulu seperti potensi dan kebutuhan kita, lingkungan kita, menyusun tujuan dan impian-impian yang realistis yang bisa jadi jumlahnya sangat banyak. Yah, bermimpilah, gratis kok. Tapi ingat, mewujudkannya butuh pengorbanan ya, itu yang menarik.


Dalam buku ini juga dituliskan bahwa pada tahun 1989, periset yang dipimpin oleh Mark McCormack melakukan wawancara dengan semua responden pada tahun 1979. Hasilnya, 13% yang menyatakan memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik, tetapi tidak tertulis, memiliki penghasilan rata-rata dua kali lipat dibandingkan dengan 84% (yang belum memiliki dan menyusun rencana hidup). Yang luar biasa, 3% lulusan yang telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik dan tertulis memiliki penghasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipat dibandingkan 97% lulusan sekolah bisnis tersebut.




Ingat, setiap orang adalah spesial termasuk saya dan tentu saja Anda. Tidak ada orang yang benar-benar seperti kita. Kita adalah orang-orang yang terpilih. Begitu kita lahir, tumbuh dan meninggal, tidak ada lagi makhluk yang seperti kita. Setiap dari kita adalah satu-satunya. Tak ada satupun makhluk di dunia ini yang hidupnya sama persis dengan kita. Oleh karena itu, setiap dari kita benar-benar spesial.

Be grateful because you are the only one.
Mulailah memikirkan arah hidup anda dan menyusun rencana serta menetapkan target-target yang ingin dicapai. Manusia punya hak untuk berencana namun ingat Allah yang menentukan karena kita semua percaya bahwa Allah adalah sebaik-baiknya perencana. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?

Ada baiknya jika anda memiliki buku karya Jamil Azzani ini sebagai pedoman penulisan proposal anda.

Hidup ini singkat, jangan menunda lagi. Berikan yang terbaik untuk hidup anda.

Untuk dunia dan akhirat anda. 

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar (keep brotherhood) :)

Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com