dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Rabu, 06 Mei 2015

Jelajah "Pengacara" part 1 (Pulau Camba-Cambang dan Terapi Ikan)

Pengacara alias pengangguran banyak acara, hhahaii, gelar yang cocok untuk saya sekarang ini setelah beberapa bulan pasca wisuda. Pernah sih, hampir tiga bulan terakhir ini menghabiskan waktu di Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur, itung-itung nimba ilmu heheiii (karena itu blog ini seperti tak terurus, ckckck ). Nah, akhir bulan Maret saya "hengkang" dari kampung Inggris menuju Makassar, niatnya kembali untuk mendaftar program magister, semoga diberikan yang terbaik. Aamiin. Eh malah cerita ini, peace!!!. 

Saya ingin bercerita (kembali) pengamalan saya pasca ujian, waktu itu sekitar dua minggu yang lalu saya dan empat orang teman saya menghadiri acara syukuran salah seorang teman kami, Nahda, di daerah Pangkep, Sulawesi Selatan dan diinformasikanlah bahwa ada pulau yang sangat indah, sayang kalau dilewatkan. Alhasil,  kami menginap agar bisa menuju pulau esoknya. Kembali, saya ingin berbagi cerita tentang Negara kita yang indah ini. Yah, Pulau Camba-Cambang begitulah masyarakat menyebutnya. Belum begitu terkenal memang. Saat ini oleh Pemerintah Daerah Kepulauan tempat tersebut  sedang dalam proses pengembangan sebagai tempat wisata (yang sekarang saja sudah keren tempatnya pak, apalagi kalau sudah dikembangkan. Hehe).

Esoknya, sekitar pukul 08.00 pagi kami berangkat menuju Pelabuhan Maccini Baji, sekitar 20 menit by car dari rumah temanku. Berbekal makanan yang bisa dibilang sangat nikmat seperti Konro (makanan khas Makassar), nasi, paru goreng dan kue kami memulai perjalanan menuju pulau impian, hhahaiiii. Mobil kami tinggalkan di bahu jalan dalam pelabuhan lalu naik perahu untuk menuju pulau. Dengan biaya Rp 150.000 untuk pergi dan pulang kami sampai di pulau tersebut. Memang Pangkep (Pangkeje'ne' Kepulauan) benar-benar daerah dengan pulau yang banyak. Dalam perjalanan menuju pulau camba-cambang, nampak pula beberapa pulau yang lain, pulau yang tidak berpenghuni. Awalnya pulau camba-cambangpun demikian namun semua berubah saat pemerintah daerahnya ingin menjadikan pulau ini sebagai destinasi wisata andalan pangkep. 

Pulau Camba-Cambang
 
Kurang lebih 15 menit sampailah kami, menginjakkan kaki di pulau camba-cambang. Sembari menikmati pemandangan di pulau kami membuka bekal yang kebetulan waktu menunjukkan saatnya makan siang (eh, hehe), itu adalah saat sedang lapar-laparnya. Penjual makanan di pulau tersebut memang sangat jarang. Kalau tidak salah hanya ada satu kios. Di pulau ini juga disediakan gazebo dan villa. Viewnya seperti rumah kayu biasa yang saling berdempetan (entahlah, saya jg tak sampai masuk ke villanya) dan sepertinya tak sedikit orang yang menyewa tempat tersebut. Di sana juga ada lapangan berpasir putih (yah, banyak yang bermain bola), ada ayunan dkk (seperti di taman bermain), dan banyak juga pengunjung yang sedang menikmati ikan bakar (mereka bakar sendiri di sana :D, asyiieek). Berkunjung ke suatu tempat, tak afdol rasanya tanpa jepretan, hehehe maka berfoto-fotolah kami. 

Nah, yang di belakangku ini adalah villa yang ku maksud :D

having lunch :)







Keren kan ?? Come on, visit camba-cambang island

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu jam (saja), perjalanan kami berlanjut ke tempat terapi ikan di Leang Kassi, sekitar 15 km dari ibukota kabupaten Pangkep.
Di daerah sekitar Leang Kassi inilah, warga setempat memanfaatkan mata air pegunungan yang mengalir sepanjang tahun, tiada henti untuk memelihara ikan dalam bahasa lokal yang disebut pai-pai. Ikan Pai-pai dipercaya bisa mendatangkan rezeki tersendiri bagi mereka, dibuatkan kolam khusus, di mana setiap pengunjung dapat mencelupkan kaki mereka untuk terapi ikan. Terapi ikan (Fish Treat) sebenarnya hal baru dalam terapi kesehatan, termasuk bagi warga Minasate’ne Pangkep. Terapi ikan semacam ini asalnya dari daerah utara dan pusat Timur Tengah. Dalam prakteknya, seseorang hanya mencelupkan kakinya ke sebuah sungai yang berisi ikan jenis garra rufa dan seketika itu juga puluhan bahkan ikan tersebut mengerumuni kaki (source : BeritaPangkep)





Saat pertama kali mencelupkan kaki memang terasa sangat geli tapi lama kelamaaan (harus tahan gelinya) juga terbiasa dan sangat mengasyikkan :D. Bahkan ada beberapa orang yang merendam tubuhnya dalam kolam tersebut (wahh, apa jadinya :D).


Salah satu alasan mengapa pengunjung pada akhirnya banyak menyempatkan singgah untuk terapi ikan di Leang Kassi adalah karena murah, hanya Rp 5000 perorang, dengan waktu celup kaki selama 30 menit dan berlaku kelipatannya, Rp 10.000 per orang untuk waktu selama 60 menit. Bagi yang berendam, dikenakan tarif sebesar Rp 10.000 per 30 menit. Pengunjung kebanyakan datang dari wilayah perkotaan, seperti Makassar dan sekitarnya. Di Makassar sendiri, sudah ada beberapa mall, yang menyiapkan terapi ikan, namun tarifnya mahal, sekitar Rp 80.000 sampai Rp 100.000,- per 60 menitnya. Terapi ikan di Leang Kassi dengan sendirinya memiliki manfaat ganda bagi masyarakat dan para pengunjung. Objek wisata prasejarah Leang Kassi dan leang prasejarah di sekitarnya ikut dikenal dunia luar. Hanya saja, membludaknya pengunjung di obyek wisata prasejarah seperti itu, biasanya dibarengi dengan maraknya perbuatan vandalisme, mencoret-coreti dinding gua, pohon, sampai membuang sampah dalam lingkungan obyek wisata, termasuk di dalam gua (source : BeritaPangkep).
 
Intinya, beberapa hari yang lalu sang pengacara ini (baca:saya) tercengang dengan DP salah seorang teman di sosial media BBM. Sebuah gambar kertas  berlatar pemandangan dari atas gunung dengan tulisan "jangan di rumah aja, Indonesia itu luas, Indonesia itu indah" (Saya : ). Memang sih saya sering keluar tapi tidak "sekeluar" yang biasanya tetap kebanyakan di rumah.




So guys, atur waktumu, go outside :D

6 komentar:

  1. berapaan harga villa nya mba yg di pulau camba cambang ?

    BalasHapus
  2. berapaan harga villa nya mba yg di pulau camba cambang ?

    BalasHapus
  3. harga villanya 150 ribu per satu malam...

    BalasHapus
  4. hebaaat dengan coretan2nya asyik di baca n menginspirasi salam dari saya, umaradvocate.blogspot.com

    BalasHapus
  5. https://youtu.be/0xGQV8LnR2A ini hasil video kemarin di pulau cambang-cambang

    BalasHapus
  6. sampai saat ini harga villa 150rb?

    BalasHapus

silahkan berkomentar (keep brotherhood) :)

Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com