dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Minggu, 14 Desember 2014

"Berawal dari kebiasaan kecil" bersama #Brightfuture Volunteer, Project Sunlight



“sanitasi mempengaruhi kita semua”
“tantangan terbesar kita adalah sikap apatis”
“setiap anak berhak untuk mengetahui cara mencuci tangan yang baik dan benar”
“kita bisa membangun Indonesia yang lebih baik”

Di atas adalah petikan beberapa kalimat Dira Noveriani dalam iklan Project Sunlight, Unilever. Dalam iklan tersebut jelas sekali motivasi yang disampaikan untuk bekerja sama dalam mewujudkan masyarakat sehat, untuk bisa beperilaku hidup bersih dan mengambil bagian dari sebuah perubahan. 

Berawal dari iklan itulah saya berrminat untuk menjadi bagian dari project sunlight. Entah kenapa, sepertinya saya sangat suka dan tertarik dengan kegiatan-kegiatan seperti itu. Tidak ada bayaran memang. Selagi punya waktu dan memang bisa disempatkan, why not, menjadi bagian dari mereka (sukarelawan(ti)/volunteer). 

Dibagian akhir iklan tadi, dicantumkan alamat website www.projectsunlight.co.id. Awalnya, saya tidak berfikir untuk membuka web, tapi hari itu karena saya sedang di kampong halaman dan kurang kerjaan, makanya saya bela-belain pinjam modem sepupu untuk cek web (penasaran saja, hehe). Yah, karena modemnya dipinjam sehari, ada waktu deh buat mengintip isi web-nya dan ternyata ada formulir yang akhirnya saya isi. Yah, saya isi seperti formulir-formulir di website lain (yang diisi tapi tidak ada kegiatannya, cuma ngasih info dan beberapa materi, lumayanlah pastinya).
 
Beberapa hari kemudian pihak PS (project sunlight) menelfon dan meminta untuk hadir dalam pembekalan (oh, ternyata yang ini ada tindak lanjutnya “fikirku”). Kegiatannya dipercepat sehingga info tidak sempat disebarkan ke teman-teman. Sehari sebelum pembekalan saya kembali ke Makassar. Pembekalan dilaksanakan di Balaikota Makassar. Akhirnya saya pergi sendiri, tidak ada kenalan (huumm,,). Pada pembekalan tersebut disampaikan beberapa point penting tentang unilever dan project sunlight dari pihak Unilever Jakarta, Unilever Makassar, Yayasan Peduli Negeri (YPN) dan suntikan semangat dari bapak Wawali Kota Makasar, Daeng Ical. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan, dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari sekarang (sebenarnya ada satu lagi “dimulai”-nya, tapi lupa :D -YPN-). Inti kegiatan kali ini adalah para volunteer #brightfuture akan melakukan penyuluhan, memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa(i) di SD yang telah ditentukan. Pembagian team dan sekolah dilakukan saat pmbekalan.

Hari H dilaksanakan Sabtu kemarin, 13 Desember 2014. Terdapat sekitar 24 volunteer tiap sekolah dan beberapa pendamping dengan 4 volunteer tiap kelas (Saya dapat bagian di SDI Mamajang II Bertingkat Kelas 6 loh, hehehe). Penyuluhan berlangsung pukul 09.30 am. Namanya juga anak-anak, kita sih menyuluh, tapi anak-anaknya gak mau diam, ribut dan kocak gila. Perlu tenaga lebih untuk mengendalikan kelas, alhasil suara harus dikeluarkan lebih besar (sampai tenggorokan huuft, heheh), tapi tetap seru dan mengesankan. Pengalaman yang luar biasa walaupun ini adalah kesekian kalinya menyuluh dihadapan anak-anak SD (belum terlalu sering sih).

Kenapa anak SD ? Karena menanamkan kebiasaan hidup sehat harus dilakukan sejak kecil dan sebaiknya diulang-ulang sehingga akan menjadi kebiasaan.  Terbiasa hidup sehat tentu memberikan efek besar untuk masa depan kita. 

***foto kegiatan***





Banyak hal-hal yang dianggap kecil tetapi dampaknya sangat besar, seperti mengajarkan cara cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar. Maka dari itu jangan ragu untuk berbagi ilmu.

Mari biasakan hidup sehat.
Dukung Masa Depan Sehat.

Thanks Project Sunlight, Unilever, telah memberikan kesempatan menjadi bagian dari #brightfuture volunteer Makassar.

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar (keep brotherhood) :)

Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com