dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Kamis, 30 Oktober 2014

Relawan, tak dibayar bukan karena tak bernilai, tapi karena tak ternilai


Saya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang guru. Namun, setiap melihat teman-teman mengajar dibeberapa komunitas, saya menganggap itu berbeda. Profesi guru memang luar biasa. Mengajar, dari yang tidak tahu  menjadi tahu. Beberapa teman saya bergabung dalam sebuah komunitas sebagai seorang pengajar. Yah, mereka mengajar puluhan anak yang sebagian besar tidak sempat merasakan nikmatnya dunia pendidikan formal. Mereka melakukan kegiatan tersebut diluar jam kuliah dan saya rasa inilah salah satu bagian yang luar biasa. Di tengah-tengah kesibukan sebagai mahasiswa, dalam rangka pemerataan pendidikan dan mengembangkan potensi yang ada, mereka memilih kegiatan positif dengan mengajar. Saya tertarik dan menganggap kegiatan tersebut super keren namun belum bisa turun langsung ke lapangan, entah karena belum menemukan teman yang bisa diikuti ke komunitasnya atau karena malu-malu, hehe. Tapi, setelah tiga tahun, kemarin saya bisa merealisasikannya. Bergabung menjadi salah satu pengajar bagi anak-anak di sebuah rumah baca. Masih awal memang dan masih dalam proses perkenalan tapi setidaknya saya sudah bisa merasakannya. Kegiatan ini sebenarnya biasa dilakukan saat praktek lapangan dalam salah satu mata kuliah. Tapi, yang satu ini berbeda. Ini adalah panggilan hati. Sehingga, saya menyebutnya relawan. hehehe, eaaaa.

Yah, menjadi volunteer atau sukarelawan. Relawan adalah mereka yang bekerja atas kemauan sendiri dan tidak dimotivasi oleh uang atau materi. Menjadi relawan menurut saya adalah sesuatu yang menarik dan luar biasa. Kedatangannya dinanti. Saat datang dan disambut senyuman anak-anak yang diwajahnya terpancar semangat belajar yang menggebu-gebu. 

Dalam tulisan yang sangat sederhana ini (dan susunan kalimat yang saya rasa tidak begitu bagus -_- ), saya ingin bercerita sedikit pengalaman menjadi relawan dan pengalaman relawan lain :). 

Tidak mudah memang mengajar mereka. Kadang susah diatur tapi dari situlah kita para relawan juga bisa belajar. Sedikitnya dalam sebuah komunitas (saya tidak tahu menyebutnya dengan kata lain) terdapat 30-50 anak didik yang terdaftar untuk dibina oleh para relawan. Tidak mudah memang dan tidak semua datang saat sekolah informal itu dimulai. Setelah mencari tahu, tidak hanya dilokasi sekitar rumah baca yang saya tempati tapi di tempat lain juga bahwa anak-anak yang tidak bersekolah ternyata bekerja baik itu sebagai pengamen ataupun pemulung dan melalui pekerjaannya itu mereka menghasilkan uang sehingga apabila anak-anak ini masuk sekolah sudah pasti mereka tidak bekerja dan tidak menghasilkan uang. Berdasarkan pengalaman salah satu relawan, orang tua dari beberapa anak yang ingin dibina bahkan pernah mengatakan, "anak saya boleh ikut belajar tapi gantinya harus ada uang seperti saat anak saya bekerja". Tentu saja ini adalah hal yang sangat disayangkan. Saat dibeberapa daerah terpencil banyak anak-anak yang membutuhkan pendidikan dan tenaga pengajar justru ada yang membiarkan kesempatan belajar begitu saja. Tapi kita tidak boleh menyalahkan sikap mereka. Mereka juga hidup dan harus memenuhi kebutuhan hidupnya. Sepertinya kembali lagi bagaimana pemerintah mensiasati kehidupan rakyatnya dengan menyediakan lapangan kerja sehinggaa mereka tidak bergantung pada anak yang seharusnya duduk manis menerima pelajaran di sekolah.

Saat ini sudah banyak komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan.Semoga semangat menjadi relawan bisa terus mengalir dalam darah kita. Menjadi bagian dari dunia pendidikan. Dengan meluangkan waktu untuk mengajar mereka yang tidak sempat merasakan pendidikan formal, kita mengambil andil dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mengingat kata-kata Anis Baswedan, yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan :
 Relawan tak dibayar bukan karena tak bernilai, tapi karena tak ternilai


Salam volunteer 
Salam relawan.

Rabu, 29 Oktober 2014

Penyakit ebola (masih) gemparkan dunia kesehatan

Tahun ini dunia kesehatan kembali digemparkan dengan munculnya penyakit langka dan mematikan, penyakit ebola. Akhir-akhir ini memang banyak penyakit yang bermunculan dan menjadi perhatian dunia. Hemm, Awalnya saya tidak berniat menulis tentang penyakit ini. Namun, sampai saat ini, penyakit tersebut masih mendapatkan perhatian khusus atau menjadi fokus utama dalam bidang kesehatan. Berikut beberapa infoemasi yang telah saya rangkum dari berbagai sumber, 


Diketahui jumlah pasien yang meninggal akibat penyakit ini telah dilaporkan sejak awal tahun 2014. Sejak Januari lalu, virus ebola yang merebak di Guinea sudah menewaskan 61 orang dari 109 orang yang dipastikan terpapar virus mematikan itu. Laporan bulan Agustus tercatat 1.201 kasus Ebola dan 672 kematian sejak wabah tersebut mulai melanda Afrika Barat. Pusat wabah Ebola yang semula adalah negara Guinea, kini berpindah ke Sierra Leone.

Wabah kali ini diduga bermula dari sebuah desa di dekat Gueckedou, Guinea, di mana berburu kelelawar adalah hal yang lumrah, menurut Doctors Without Borders.

Di beberapa daerah di Afrika Selatan, ada kepercayaan bahwa ketika seseorang menyebut kata "ebola" dengan keras, maka seketika itu juga virus tersebut muncul. Kepercayaan ini menyebabkan para dokter, seperti Doctors Without Borders, sulit memeranginya. Bahkan, sebagian anggota masyarakat menyalahkan dokter sebagai pihak yang menyebarkan virus. Mereka lebih  memilih pergi ke dukun untuk mendapatkan pengobatan.

Awalnya, ebola ditemukan pada 1976. Awalnya, virus ini diduga berasal dari gorila. Wabah ebola terhadap manusia terjadi ketika mereka memakan daging gorila. Namun, teori ini dibantah para ilmuwan. Pasalnya, jika hal ini benar, maka seharusnya lebih banyak kera yang terinfeksi dan kemudian mati ketimbang manusia.

Para ilmuwan percaya bahwa kelelawar adalah penyebar virus ini. Kesimpulan ini berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh Emerging Infectious Diseases. Lembaga ini melakukan penelitian terhadap 276 kelelawar yang ditangkap di empat daerah di Banglades.
Ebola adalah virus yang mirip dengan demam, pilek, atau flu biasa. Namun yang perlu disyukuri adalah bahwa Ebola tak menyebar secepat dan semudah virus-virus tersebut. Ebola bisa menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, baik dari manusia dan binatang yang terinfeksi. Penularan terjadi ketika kera dan manusia memakan makanan yang telah terkena air liur kelelawar. Bisa juga, kera atau manusia menyentuh benda-benda yang telah terkena air liur atau kelelawar, dan kemudian menyentuh mata dan mulut sendiri. Penyakit ini menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Hal ini terjadi ketika cairan tubuh seperti muntah atau darah penderita mengenai mata, hidung, atau mulut orang lain. Sehingga, mereka yang bekerja dibidang kesehatan, apalagi tenaga yang tidak terlatih dengan baik akan ebih mudah terinfeksi oleh penyakit ini. 

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat, umumnya gejala muncul sekitar delapan hingga 10 hari setelah seseorang terpapar virus. Gejala awalnya adalah pusing, demam, dan nyeri. Terkadang muncul ruam-ruam di tubuh penderita. Hal ini diikuti dengan diare dan muntah-muntah.

Berdasarkan lebih dari 50 persen kasus yang ada, virus ebola menyerang secara mengerikan. Penderita mengalami muntah darah atau kencing darah. Selain itu, keluar darah dari kulit, mata, atau mulut penderita. Namun, bukan ini yang menyebabkan penderita meninggal, melainkan ketika pembuluh darah di dalam tubuh mengeluarkan cairan. Hal ini menyebabkan tekanan darah menurun secara tajam sehingga hati, ginjal, jantung, dan organ lainnya berhenti bekerja.

Saat ini, beberapa negara memberikan perhatian khusus setiap orang yang berkunjung ke negaranya demi menghindari penyebaran virus ini. Apalagi, telah diketahui bahwa terdapat dua orang tenaga kesehatan telah terinfeksi virus ini dan menurut laporan terbaru bahwa satu diantaranya telah dinyatakan bebas dari virus tersebut setelah dirawat di rumah sakit Atlanta. Di Indonesia sendiri belum memiliki prosedur standar (SOP) penanganan virus ebola di tanah air. Karena itu, pakar kesehatan dari Universitas Gajah Mada (UGM) mengusulkan rancangan SOP untuk penyakit tersebut. 

Saat ini, belum ada vaksin atau obat untuk ebola. Ketika wabah sebelumnya terjadi, sebanyak 60-90 persen penderita meninggal. Sejauh ini, hal yang dilakukan dokter adalah merawat penderita, menggunakan cairan dan obat-obatan untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Para dokter juga memberikan pengobatan lainnya ketika infeksi ini menyerang tubuh pasien yang semakin lemah. Sebagian kecil orang ternyata memiliki imunitas terhadap virus ebola.


referensi: 
http://sains.kompas.com/read/2014/08/07/0713336/Mari.Mengenal.Virus.Ebola.Lebih.Dekat.
news.viva.co.id 

Senin, 27 Oktober 2014

Harmony : Kisah haru dibalik penjara wanita Korea


Selamat malam,
Yap. Hari ini sebagai seorang pengangguran baru (hehe), selain mengurus beberapa berkas yang belum selesai, saya juga mengisi kegiatan dengan berburu film di kampus (hahaha). Akhirnya dari hardisk seorang teman saya bisa dapat film untuk konsumsi seminggu, hehhe, wow.
Baiklah, saya akan menceritakan sedikit tentang film yang baru saja ku tonton malam ini. Sebuah film Korea berjudul Harmony. Film yang dirilis tahun 2010 yang lalu ini menceritakan kehidupan penjara wanita di Korea Selatan (2010 ? baru nonton nih,  saya kurang update ya, hehe). Namun, dalam film ini sama sekali tidak menunjukkan betapa mengerikan dan menakutkannya kehidupan di penjara, yang ada hanyalah persahabatan dan perjuangan, menikmati masa-masa hukuman di penjara. 



Movie: Harmony
Revised romanization: Hamoni
Hangul:
하모니
Director: Kang Dae-Kyu
Writer: Lee Seung Yeon, Yun Je-Gyun
Producer: Kim Nam-Su, Yun Je-Gyun, Jae-Won Jeong
Cinematographer: Kim Yeong-Ho
Release Date: January 28, 2010
Runtime: 115 min.
Genre: Drama
Distributor: CJ Entertainment
Language: Korean
Country: South Korea


Hong Jeong Hye seorang wanita yang harus menjalani hukuman di penjara karena tak sengaja membunuh suaminya yang selalu menyiksanya bahkan ketikan Jeong Hye sedang hamil tua. Akhirnya Jeong Hye harus melahirkan anaknya dalam penjara. Karena anaknya lahir di penjara, maka Jeong Hye harus menaati peraturan yaitu merelakan anaknya diadopsi setelah 275 hari kelahirannya (saya tidak begitu mengerti hukum, apalagi hukum di negeri orang, belum pernah dengar ada yang *bisa* merawat anak di penjara **mungkin saya yg lagi-lagi kurang update kali yaa**)

Film tentang anak yang ikut serta orang tua dalam penjara atau sejenis film ini saya rasa sudah banyak dan mungkin sudah menjadi tontonan yang biasa, salah satunya Miracel in cell 7. Yah, sama saja film Harmony ini sangat mengharukan (Alhasil, saya menangis, huhuiii).

Oke lanjut tentang kehidupan Jeong Hye di penjara. Min Woo (nama anak Jeong Hye) beruntung karena semua tahanan  menyayanginya sehingga Mon Woo tak pernah kekurangan kasih sayang. Dalam satu kamar Jeong Hye tinggal berlima dalam satu kamar yaitu seorang wanita setengah baya yang bernama Hwa Ja, wanita subur dan lucu bernama Yeon Sil dan seorang wanita depresi bernama Yoo Mi serta seorang sipir penjara bernama sipir Kong. Belakangan muncul Yu Mi, seorang gadis yang juga terlibat kasus hukum karena membunuh ayah tirinya yang hendak memperkosanya. Yu Mi membunuh ayahnya untuk membela diri. Untuk teman-teman Jeong Hye yang lain juga mempunyai penyebab berbeda-beda mengapa mereka bisa berada dibalik jeruji besi. Penyebabnya bisa saya bilang ada yang sadis, lucu dan menyedihkan (lebih lanjut, liat di filmnya saja ya).

Kehidupan mereka tidak selalu akur. Bersama dengan penghuni kamar lainnya mereka kadang bertengkar dan dapat teguran dari sipir penjara. Tentu saja anak Jeong Hye tetap berada diantara mereka dengan semua kegiatan-kegiatan mereka tiap harinya di penjara. Sampai pada akhirnya Jeong Hye berinisiatif untuk membentuk kelompok  paduan suara yang harapannya bisa menghibur para napi. Jeong Hye mengajukan idenya pada commissioner dan ide tersebut diterima (banyak adegan yang lucu dan mengharukan, tapi tak perlu saya ceritakan di sini, nonton saja ya).

Demi terbentuknya paduan suara, Jeong Hye dan teman-temannya terus berlatih setiap hari. Ditengah-tengah proses latihannya, Jeong Hye harus menerima kenyataan bahwa Min Woo, anaknya harus segera dikeluarkan dari penjara untuk diadopsi. Meski berat, Jeong Hye harus merelakan anaknya karena tidak baik membiarkan Min Woo terus-terusan di penjara. Anaknya masih punya masa depan. Dengan perasaan sedih dan deraian air mata, Jeong Hye mengantar anaknya ke tempat di mana Min Woo akan dijemput oleh seorang wanita yang akan mengadopsinya. Setelah itu, Jeong Hye harus berjuang keras melawan rasa sedih atas kehilangan anaknya.

Empat Tahun Kemudian.
Paduan Suara Napi diundang untuk tampil sebagai tamu di acara TV Nasional Korea yang bertempat di Seoul Cultural Center dan setiap napi mendapatkan tiket untuk dapat ditonton dan bertemu langsung dengan keluarganya. Cerita tentang keluarga napi kembali mengundang haru, tentang Yu Mi yang tidak ingin bertemu ibunya dan memang selama 4 tahun ini belum pernah menemui ibunya meskipun beberapa kali dikunjungi. Seorang wanita setengah baya juga akhirnya harus bersedih karena anak perempuannya enggan menemuinya. Padahal wanita ini akan segera dieksekusi mati. Namun, ada juga beberapa napi yang disambut baik oleh keluarganya. Benar-benar mengharukan. Dan Jeong Hye akhirnya bisa bertemu dengan anaknya. Walaupun Min Woo tidak mengenalinya tapi Jeong Hye dapat dengan cepat mengenali putranya apalagi tahi lalat ditangan kirinya, Jeong Hye tambah yakin. Ibu yang mengadopsi Min Woo juga menemui Jeong Hye dan memberikannya kesempatan untuk memeluk Min Woo. (sekali lagi, hiiiks hiiks).

Mereka kembali ke penjara. Si wanita setengah baya diberikan kesempatan satu hari untuk pulang ke rumahnya. Akhirnya kedua anaknya menyambut baik dan menangis melihat ibu mereka kembali menginjakkan kaki di rumahnya. Anak perempuannya yang keras kepala tidak mampu menahan tangisnya dan memilih ke kamar mandi untuk menangis. Keesokan harinya wanita setengah baya ini kembali ke penjara dengan wajah yang berseri-seri, wajah bahagia. Namun, tak lama setelah itu ia harus menerima eksekusi mati yang sudah terjadwal sebelumnya. Tentu saja hal ini sangat berat untuk Jeong Hye dan teman-temannya.

Untuk cerita selengkapnya, silahkan nonton yaa.
Pokoknya film ini recommended banget deh :)
Bagi yang belum nonton, buruan yah :D

Jumat, 24 Oktober 2014

Lagi, Sakitnya Tuh di Sini



Sakitnya tuh di sini
Di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini


Lagu “sakitnya tuh di sini” mendadak jadi trending topic beberapa bulan terakhir ini (kalau tidak salah sekitar 2 bulan ya ? tau ah ! ). Hampir setiap hari saya mendengar lagu ini dan hampir di semua tempat. Yah, lagu yang dinyanyikan oleh Cita Citata mendadak popular setelah Audi Marissa menyanyikan lagu tersebut dalam sebuah sinetron remaja berjudul Diam-Diam Suka (DDS) yang tayang di SCTV. Dalam sinetron tersebut Audi Marissa berperan sebagai Nom Nom Gowes (Naomi) yang dalam ceritanya merupakan artis dangdut pendatang baru yang terkenal dengan lagu “sakitnya tuh di sini”, tentu saja si Nom Nom Gowes menyanyikan lagu ini secara lipsing.

Alhasil, lagu ini mencuri perhatian penontonnya. Setelahsearch di youtube ternyata penyanyi asli lagu ini tidak sepopuler lagunya. Yah, tidak banyak yang tahu bahwa di Indonesia ini ada Cita Citata si penyanyi asli “sakitnya tuh di sini”. Penonton lebih tahu si Nom Nom Gowes walaupun tetap bertanya-tanya tentang si penyanyi asli (perasaan saya cukup mewakili para penonton, hehe). Bisa jadi karena hal tersebut, kini di youtube banyak bermunculan video parodi “sakitnya tuh di sini”. Ada yang lipsing, ada juga yang merubah liriknya, seperti video yang melibatkan Eka Gustiwana, hehe. Di dalam video parodi tersebut diceritakan tentang lagu yang popular duluan karena dilipsing-in oleh orang lain sedangkan penyanyinya belakangan. Jadi, sakitnya tuh di sini :D

Tapi sekarang, sepertinya pihak sinetron DDS merasa perlu untuk mempublikasikan ( :D ) seorang Cita Citata sebagai penyanyi asli dari lagu yang popular melalui sinteronnya. Akhirnya, Cita menjadi salah satu tokoh yang juga penyanyi dangdut saingan si Nom Nom Gowes dalam sinetron tersebut. Jadi, masih sakitkah Cita ? hehe. Peace :)


Selasa, 14 Oktober 2014

Gara-Gara Berenang !?



Sembari mengotak atik galeri HP, trus dapat gambar ini,



Hujan, pantai, kolam renang dan sepertinya tempat-tempat dengan air yang banyak (**tapi bukan banjir apa lagi tsunami) menjadi bagian ter-favorit dalam lika liku kehidupan(ku) (**hooh !! hhahaii)

Tapi sayang, saya tidak pandai dalam hal berenang dan celakanya lagi saya tidak pernah belajar (maksimal) untuk mewujudkan salah satu keinginan terbesarku, diving alias menyelam (**hiks hiks…).
Yaah, memang berdasarkan beberapa artikel yang pernah saya baca (sedikit sih) untuk melakukan kegiatan menyelam ini butuh persiapan khusus baik itu yang sudah professional apalagi pemula. Kalau perlu ada instrukturnya sampai pada tahap menyelam dan ini sangat penting bagi penyelam pemula.

Karena saya kurang pandai dalam hal berenang, jadi menyelamnya ditunda dulu dan beralih ke snorkeling atau menyelam dipermukaan, sepertinya ini lebih mudah. Snorkeling (selam permukaan) atau selam dangkal (skin diving) adalah kegiatan berenang atau menyelam dengan mengenakan peralatan berupa masker selam dan snorkel. Selain itu, penyelam sering mengenakan alat bantu gerak berupa kaki katak (sirip selam) untuk menambah daya dorong pada kaki. Snorkel adalah peralatan selam berupa selang berbentuk huruf J dengan pelindung mulut di bagian ujung sebelah bawah. Alat ini berfungsi sebagai jalan masuk udara ketika bernapas dengan mulut tanpa harus mengangkat muka dari permukaan air (http://id.wikipedia.org).

bukan saya :(

Alhasil, kita dapat melihat keindahan bawah laut dari permuaan. Tidak perlu takut tidak bisa berenang karena kegiatan ini bisa dilakukan dengan menggunakan baju pelampung. Tapi tetapnya saja, walaupun kedengarannya mudah, saya belum pernah melakukannya (menyedihkan **pengen nangis rasanya**)

Semoga impian yang sudah lama terpendam ini bisa terwujud.
Tunggu saja, akan aku share diblog. Hehehehe :D

Kamis, 02 Oktober 2014

Nelayan Jepang dan Ikan Segar

Terdapat sebuah kisah menarik tentang upaya nelayan jepang mempertahankan ikan segar sampai ke tangan pelanggan. Kisah ini rasanya cukup populer tapi tak
apalah kita mengulang kembali membaca kisah ini.

Akhir-akhir ini sudah sangat sedikit ikan yang ditangkap di perairan dekat pantai, sehingga nelayan harus pergi melaut ke tempat yang agak jauh. Akibatnya, ikan yang tiba di pantai diterima pelanggan sudah tidak segar lagi, hargapun jatuh.
Untuk mengatasi hal ini, nelayan
menggunakan lemari es agar ikan yang sudah mati tidak busuk. Upaya ini tidak memuaskan pelanggan penikmat ikan segar, mereka mengatakan “cita rasa” ikannya telah berkurang krn mati dan dibekukan. Harga ikan merosot tajam, krn tidak dalam keadaan hidup.

Langkah berikutnya yang ditempuh adalah dengan membawa tangki yang agak besar ketika melaut. Ikan yang telah dijaring lalu dimasukkan ke dalam tangki dalam keadaan hidup. Setelah sekian lama ikan
tersebut berdesak-desakan dan saling bertabrakan, lama kelamaan ikat itupun lemas walaupun tetap hidup ketika tiba di pantai. Namun, masyarakat jepang tetap
tidak menikmati ikan lemas yang sangat berbeda dengan cita rasa ikan hidup yang segar.

Nelayan berpikir keras dan akhirnya
membuahkan ide. Kini, nelayan tetap melaut, membawa tangki-tangki namun jumlah ikan yang dimasukkan dikurangi dan nelayan memasukkan seekor ikan hiu
kecil dalam tiap tangki. Ikan hiu memang memakan ikan-ikan dalam tangki, namun tidak banyak Sementara ikan-ikan yang
lain lari dikejar ikan hiu yang berada dalam tangki. Alhasil, ikan-ikan tersebut tetap dalam kondisi siaga yang tanpa disadari telah tiba di pantai. Pelanggan merasa puas krn memperoleh ikan segar yang tetap hidup.

Demikian hidup kita, ujian dan persoalan ibarat hiu kecil untuk menjadikan kita tetap
bertahan dalam menjalani kehidupan. Kita merasa tertantang dan harus menyelesaikan tantangannya. Saat tidak
ada tantangan, kemungkinan kita akan terlena dan tidak mampu mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Namun, yakinlah
bahwa apabila kita bersungguh sungguh dalam menghadapi ujian maka dengan izin Allah SWT kita pasti bisa tampil sebagai pemenang dan mampu keluar dari masalah
dengan “gagah” dan “anggun”.


sumber
#book #akh.muwafik 
#berbagai referensi

Rabu, 01 Oktober 2014

Ayo, Berpuasa Arafah !


Sebentar lagi, umat Islam seluruh dunia akan menyambut hari yang sangat besar dalam bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah merupakan bulan istimewa bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah haji . dalam bulan inipun akan dilaksanakan hari raya Idul Adha. Hari besar Islam yang juga akrab dikenal dengan hari raya kurban insya Allah akan dilaksanakan tanggal 4 atau 5 Oktober 2014 (kita memang tak pernah lepas dari perbedaan, perbedaan itu indah :D !?? )

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa dalam bulan Dzulhijjah ini terdapat hari Arafah. Arafah adalah nama sebuah gunung di dekat kota Makkah, dimana Rasulullah SAW terakhir kali khutbah pada Haji Wada’ tahun 10H. Di saat itu pula turun wahyu terakhir, yaitu Surah Al-Maidah ayat 3. Dalam kamus terjemahan Arafah artinya mengetahui. Hari Arafah adalah hari kesembilan di bulan Dzulhijjah, atau sehari sebelum ‘Idul Adha. Banyak keutamaan dari Hari Arafah ini. Hari Arafah adalah hari pada saat umat Islam yang sedang berhaji melaksanakan wukuf di Arafah. Di hari Arafah ini, umat Islam dari berbagai pelosok dunia untuk melaksanakan inti ibadah haji yakni ibadah wukuf. Wukuf di Arafah merupakan rukun inti dari ibadah haji. Hari arafah ini memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam, baik bagi jama’ah Haji maupun umat Islam lainnya.

Keutamaan bepuasa pada hari Arafah 


Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan oleh kaum muslimin yang tidak sedang berhaji. Waktu Puasa Arafah adalah ketika kaum muslimin yang sedang berhaji wuquf di Arafah. Jadi puasa Arafah ini terikat oleh ketentuan waktu, tempat dan peristiwa.
Namun karena adanya perbedaan waktu di permukaan bumi ini yaitu misalnya di Padang Arafah para jamaah haji sedang wuquf (itu artinya waktu setempat tanggal 9 Dzulhijjah), sementara di belahan bumi yang lain sedang malam hari (tanggal 9 Dzulhijjah juga), di belahan bumi yang lain lagi harinya yang berbeda (masih tanggal 8 Dzulhijjah atau sudah tanggal 10 Dzulhijjah).

Perbedaan waktu antara Indonesia dan Mekah adalah 4 jam untuk WIB, 5 jam untuk WITA dan 6 jam untuk WIT, dengan waktu Indonesia yang lebih dahulu. Itu artinya jika jam 5 pagi di Mekah maka di Jakarta sudah jam 9 pagi. Tetapi perbedaan itu tidak membedakan harinya. Hari Senin di Indonesia demikian pula di Mekah. Di era saat ini, saat teknologi komunikasi sudah canggih, bukanlah perkara yang sulit bagi kita untuk bisa mengetahui kapan para hujjaj sedang wuquf. Itu artinya sangat mudah bagi kita untuk mengetahui kapan harus Puasa Arafah sesuai dengan kaidah awal Puasa Arafah yaitu saat hujjaj wuquf di Arafah. Tidak seperti zaman Rasulullah atau zaman para shahabat, yang untuk mengabarkan berita dari Mekah ke Madinah saja perlu waktu seminggu. Perbedaan yang tidak semestinya seperti sekarang ini hanyalah karena kurangnya koordinasi antara ulama-ulama di negara-negara berpenduduk muslim. Wallahu ’alam.

Berikut adalah Niat Puasa Arafah

NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH

Artinya: Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.

Nah, puasa Puasa Arafah ini memiliki keutamaan yang luar biasa besarnya. Berikut adalah keutamaan dari puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah ini.
Pertama, dapat menghapuskan dosa selama dua tahun yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun ke depan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)
Kedua, pembebasan dari api neraka. Sebagian ulama menjelaskan bahwa pembebasan dari neraka pada hari Arafah diberikan Allah bukan hanya kepada jamaah haji yang sedang wukuf, melainkan juga untuk kaum muslimin yang tidak sedang menjalankan haji. Terlimpahkannya ampunan Allah terhadap dosa selama dua tahun melalui puasa Arafah sangat terkait dengan keutamaan kedua ini.
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”(HR. Muslim)
Ketiga, dikabulkan doa ketika puasa Arafah. Secara umum doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah. Ditambah lagi dengan keutamaan waktu hari Arafah yang merupakan sebaik-baik doa pada waktu itu, maka semakin kuatlah keutamaan terkabulnya doa orang yang berpuasa Arafah pada hari itu.
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, hasan)

Jadi, teman-teman tetap update jatuh pada hari apa puasa arafah tahun ini. Mari sama-sama berpuasa arafah dan raih pahalanya. Berlomba-lombalah dalam melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan. Semoga kita termasuk orang yang selalu berada dalam petunjuk-Nya, berada di jalan-Nya. Aamiin. Etz, jangan lupa berkurban bagi yang mampu, dan yang belum mampu, mari berusaha :D


Taqabbalallahu  minna wa minkum
Happy Id Adha

Referensi
http://www.iberita.com/47714/bacaan-doa-niat-puasa-arafah-2014-dan-keutamaan-bagi-yang-melaksanakan-2
http://www.dakwatuna.com/2014/09/30/57569/hari-arafah-dan-puasa-arafah/



Nice Moment, September Ceria


Halloww... lama tak ber-corat coret (buku kalii :D ) di blog tercinta
September berlalu, tugas akhir (skripsi, scripshoot, scripsicrispy, scripsweet) juga berlalu.

Banyak sebutan baru untuk tugas akhir yang telah merajut ceritanya sendiri. Dan aku, menjadi salah satu tokoh dalam cerita tersebut yang Alhamdulillah mengakhiri cerita dengan baik. 

Sejak 1 September 2010 yang lalu, dengan pakaian hitam putih ala mahasiswi baru, saya secara resmi menginjakkan kaki di kampus peradaban, kampus UIN Alauddin tercinta setelah dinyatakan lulus seleksi jalur UMB dan menyelesaikan beberapa proses pendaftaran ulang. Kini, tanggal 25 September 2014 kemarin, di tempat yang sama “Auditorium Kampus 2 UIN “ saya kembali duduk manis dengan pakaian yang berbeda. Yah, pakaian khas wisudawan dan wisudawati. Menggunakan kebaya plus make up yang tebal, hooft, bukan aku yang biasanya, dasar wajah2 salon :D .

Sekedar flashback, empat tahun bukan waktu yang sebentar. Mulai dari jaman lugu-lugunya sebagai perantau ilmu, mahasiswi baru, kuliah, berorganisasi, sibuk mengerjakan tugas dan belajar untuk ujian, plus beberapa pelajaran hidup yang tidak diperoleh dibangku kuliah menjadi rangkaian cerita yang tidak akan pernah terlupakan. Praktikum, Belajar Lapangan (PBL, Magang, dan KKN), menyusun laporan hingga akhirnya menyusun si skripsi menjadi pengalaman yang luar biasa takkan terlupakan J. Amazing !!!

Masih tentang sukacita ber-wisuda. Saat Wakil Dekan 1, ibu Fatmawati membacakan nama wisudawan dan wisudawati untuk maju satu per satu bersalaman dengan Rektor, akhirnya terdengar juga nama saya, Wina Kurnia, SKM., lulus dengan IPK 3,76 predikat cumlaude. Tentu saja menjadi kebanggan tersendiri (walaupun, IPK bukanlah segalanya) setelah semua yang dilalui selama kurang lebih empat bulan terakhir. Lihat prosesnya !

wisudawati (without make up :D )
edisi cumlaude night
Rangkaian acara wisuda berlangsung. Keluarga, terkhusus kedua orang tuaku dengan wajah bahagia nan bangga melihat putrinya bisa mengenakan toga di tahun ke-4 akhir status kemahasiswaannya yang kini telah menjadi alumni.



Keberhasilan menyelesaikan S1 merupakan salah satu nikmat luar biasa yang Allah berikan, jawaban atas doa-doaku, doa orang tuaku dan semua yang mendoakanku. Karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Allah menyiapkan waktu yang terbaik untuk segala nikmat yang dikaruniakannya. Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?). Perbanyak syukur, karena hidup akan terus dimulai J

Setelah ini, saat toga berhasil dipasang di atas kepala, maka tanggung jawab baru mulai dipikul. Tanggung jawab atas gelar dan ilmu yang dimiliki. Dan pertanyaan selanjutnya adalah “mau lanjut S2 ? Kapan ? atau mau ngapain setelah wisuda ? mau sekolah lagi atau mau nikah aja (:-O , hhehe pertanyaan yang bisa dibilang 4 SKS-nya.
Hemm, Allah mempunyai rencana yang baik untuk kita. Tetap dekat kepada-Nya. Bersyukur dan beribadah, memohon petunjuk karena jika kita berusaha dan menyerahkan segala urusan kepada Allah, maka hasilnya akan menjadi yang terbaik untuk kita. Because Allah is never far away ! Trust it :)

Selamat datang kehidupan baru.
Mari bekerja sama merajut cerita yang indah seperti cerita-ceritaku sebelumnya.
Happy graduation for me !



Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com