dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Selasa, 04 Februari 2014

Ulang Tahun, Facebook Luncurkan Fitur Baru


Di era modern seperti sekarang ini, orang mana yang tidak mengenal sosial media. Facebook, twitter, instagram, tumblr, koprol, kakao talk, Path, Line, dan lain sebagainya. Direktur Pelayanan Informasi Internasional  Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) , Selamatta Sembiring mengatakan,  situs jejaring sosial yang paling banyak diakses adalah Facebook dan Twitter. Indonesia menempati peringkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India. Sedangkan untuk pengguna twitter Indonesia di peringkat ke-5. Posisi Indonesia hanya kalah dari USA, Brazil, Jepang dan Inggris. Namun, terlepas dari semua itu, facebook masih menjadi satu-satunya social media yang paling banyak diminati walaupun sempat terdengar kabar bahwa pada tahun 2013 lalu facebook pernah diterpa masalah. Para pengguna muda, terutama yang masih berusia di bawah 35 tahun secara bertahap mulai beralih menggunakan media sosial lain. Tak urung, saham Facebook mengalami penurunan. Kecemasan itu diredam seorang pengajar media di München, Niels Brüggen. Menurutnya, dalam bisnis sosial media yang bergerak cepat, platform Facebook masih mempunyai jumlah pengguna yang sangat besar, sehingga saat ini Facebook belum benar-benar berada dalam kondisi bahaya.

 
Kemarin, 4 Februari 2014, Facebook genap berusia 10 tahun. Untuk merayakannya, jejaring sosial dengan 1,23 miliar pengguna ini memberikan sesuatu yang spesial untuk Anda. Look Back, sebuah fitur digital history yang mungkin akan menjadi sebuah pengalaman sentimentil. Look Back memungkinkan pengguna mobile atau Web untuk menonton "personalized movie" atau melihat koleksi foto-foto sejak mereka bergabung dengan Facebook, tergantung berapa banyak konten yang diposting ke jejaring sosial.

Rencana Facebook untuk dekade berikutnya adalah menyebarkan jejaring sosial hingga produk negara berkembang. Baru-baru ini Facebook juga merilis aplikasi news reader Paper untuk menampilkan konten menjadi lebih menarik. Untuk sementara aplikasi masih tersedia untuk pengguna iOS, dengan platform Android yang akan segera menyusul kemudian. 


Sumber:
http://m.berita8.com/m8/berita/2014/02/rayakan-ultah-ke-10-facebook-luncurkan-fitur-look-back

Minggu, 02 Februari 2014

Tanjung Bira, Pantai Bira, Beautiful Sea


Pantai memang salah satu tempat yang sangat menakjubkan,
Angin, ombak, aroma khas pantai yang sangat luar biasa,
Sepertinya tidak salah menjatuhkan cinta pada bagian alam ciptaan Allah yang satu ini

Apa yang paling pertama dicari kalau lagi liat kalender ?
Yaap, tanggal merah tapi bukan hari minggu ya. Nah di Januari ini si merah jatuh pada hari Jum’at, tepatnya tanggal 30, imlek tuh. Gong xi fa cai
Sebagai perantau, memanfaatkan hari libur untuk pulang ke kampung halaman tentu sangat dinanti-nantikan. Rencana yang nyaris batal itu akhirnya terwujud juga. Yah, akhirnya saya bisa pulang ke kota kelahiran tercinta, Bulukumba. Selain untuk mengobati rasa rindu dengan keluarga ada satu hal yang menjadi alasan terpenting dalam perjalanan sepanjang ±200 km itu. Berwisata ke Pantai Tanjung Bira (Begitulah orang-orang menyebutnya).

Dari Makassar perjalanan bisa memakan waktu sekitar 3 – 5 jam, kalau naik panther biasanya 4- 5  jam (biayanya sekarang 60.000-70.000/orang) tapi karena saya naik motor dan sangat hati-hati biayanya sedikit lebih murah dan memakan waktu sekitar 4 jam-an (lebih lama dari yang seharusnya, maklum :D ). Akhirnya tiba sebelum masuk waktu shalat jum’at.

± 30 km dari Kota Bulukumba, di kecamatan Herlang, that’s my home. Berkeliling rumah keluarga sampai sore setelah beristirahat sejenak (pulang maghrib kite, hihihi). Saatnya menyusun rencana untuk esok hari, untuk Bira Beach yang diidam-idamkan. Mula-mula minta izin dulu sama orang tua untuk berwisata stengah hari, walau tak mudah dan harus menunggu keputusan sampai esok harinya, finally, bisa juga kita ke Bira. (Kita = saya dan 3 orang sepupu ;-) )

Perjalanan sekitar satu setengah jam lebih menuju Bira memang menguras tenaga apalagi kita pakai motor saja ke sana, mobilnya orang lagi gak libur, hohoh. Dan 11.30 WITA akhirnya sampailah kita di Tanjung Bira.



Tarif masuk Rp 10.000/orang, (rincihannya Anak-Anak Rp. 3.000,-/ orang, Dewasa Rp. 10.000,-/ orang, Mancanegara Rp. 20.000,-/ orang), parkirnya Rp 5.000/motor dan Rp 10.000/mobil. Cukup terjangkau. Kalau untuk penginapan saya kurang tahu, tapi menurut sumber dari internet sekitar Rp 300.000 sampai Rp 1.200.000 atau lebih/malam.

Pantai Tanjung Bira tepatnya  berada di kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Pantai Tanjung Bira merupakan pantai berpasir putih yang indah dan sangat terkenal di Provinsi Sulawesi Selatan, bahkan mancanegara. Tidak heran banyak bule yang betah nongkrong disini. Hamparan pasir putih yang lembut adalah keunikan tersendiri dari pantai ini. Air pantainya biru muda sangat jernih, indah sepanjang mata memandang. Orang bilang, Tanjung Bira ada gradasi tiga warna yaitu hijau, biru tua dan biru muda. Menakjubkan. Sangat cocok untuk berfoto-foto dan berenang, pas u/ fotogenic hhaha. 


picture ambil di page tetangga :D



Di Area ini, selain ada penginapan, ada juga pondokan-pondokan dekat pantai, bisa berhadapan langsung sama pantainya. Kalau lapar bisa langsung pesan aja, tapi biasanya pengunjung bawa bekal sendiri, jadi tinggal sewa pondokan deh. Banyak juga kaos dan beberapa pernak-pernik terbuat dari kerang yang bisa dibawa pulang sebagai cendera mata. 

Krn nd sempat foto, jadi take picture di page tetangga lagi, hihi

Seperti biasa, Bira selalu ramai oleh pengunjung. Walaupun hari itu (sabtu) tidak seramai yang biasanya karena waktu kami tiba sangat siang, cuaca cukup panas, matahari serasa ada diatas kepala (hhoho)  tapi panas tidak menyurutkan semangat saya dan tiga personil lainnya untuk menjejakii pasir putih si pantai yang lembut serasa menginjak tepung dengan perasaan takjub yang tak henti-hentinya. Ombaknya berkejar-kejaran menghempas pantai semakin membuat kami betah di sini. Ombak oh ombak, indah, subhanallaah…

video

Di pantai tanjung bira juga ada Pulau Kambing dan Pulau Liukang, kedua pulau ini sering dikunjungi beberapa pengunjung untuk melakukan snorkling dan diving. Ada beberapa penginapan juga tersedia di Pulau Liukang. Untuk menuju Pulau Kambing dan Pulau Liukang anda harus menyewa perahu. Saya juga belum pernah ke sana sih. Untuk sampai ke sana telah disiapkan kapal-kapal yang membawa anda, pintar-pintar menawar saja. Selain itu, ada juga banana boat buat seru-seruan.

Setelah mengambil beberapa gambar, perut mulai meminta haknya. Karena kami tidak membawa bekal, akhirnya kami makan di warung2 sekitar pantai itu. Lumayan, memang mahal dari yang biasanya, maklum, pasti untungnya besar neh, namanya juga tempat wisata. Waktu menujukkan pukul 12.30 WITA, saatnya cari mesjid untuk menunaikan shalat duhur. Di area ini mesjidnya masih dalam proses pembangunan jadi waktu itu masih ke mesjid diluar area, tidak terlalu jauh sih, sangat dekat malah. (kalau keluar area terus masih mau masuk lagi ke pantainya, harus melapor sama penjaga pos, supaya gak bayar lagi masuknya).

Setelah beristirahat di mesjid, 1 jam kemudian, kami kembali menikmati indahnya pantai. Matahari mulai sedikit bersahabat. Kembali kita ber-fotogenic. Masih mengangumi indahnya pantai, maklum terakhir kali ke sini sekitar tahun 2009 silam (hhoho). Banyak yang berubah. Saya bahkan tidak tahu jalan ke tempat ini. Tapi sekarang, insya Allah saya akan tetap ingat. Ombak masih asyik berkejar-kejaran, sekali lagi indah, wow amazing




Pukul 14.30 WITA, waktunya berpamitan dengan pantai yang menakjubkan ini. Sebenarnya selain pantai Bira, ada juga yang namanya pantai Bara, tidak terlalu jauh dari pantai Bira (entahlah, tapi belum pernah ke sana juga). Dan masih banyak pantai lainnya, tapi karena waktu, menikmati pantai Bira sudah lebih darii cukup. Puas, akhirnya kesampaian juga ke Bira. Hhhahahaha

This is a recommended place,
Tidak menyesal deh ke Bira,

Waktunya menjelajah pantai lain hhihii


Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com