dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Senin, 13 Januari 2014

WELCOME TO THE REAL WORLD

Hari demi hari,
Bulan demi bulan,
Tahun demi tahun berlalu sudah,

2010 kini telah sampai ke 2014 dimana dia seharusnya berakhir dan menjadi awal untuk bagian lainnya. Malam ini, ditengah-tengah kegalauan mencari dan memikirkan judul skripsi (yah seharusnya bukan mencari judul, tapi mencari masalah yang ada) sebagai salah satu syarat untuk "hengkang" dari status mahasiswa, saya tetap membuka salah satu sosial media terpopuler di planet kita ini, facebook (hehe). Pas banget, dan saya membaca status dari fan page seorang penulis terkenal Setia Furqon Khalid, seorang penulis buku yang waktu itu pernah menjadi pembicara pada kegiatan kampusku (lupa -_-'), kalau tidak salah ingat,  beliau datang dan membahas bukunya yang berjudul "Jangan Jatuh Cinta Tapi Bangun Cinta" (kalau tdk salah).
Berikut kutiapan posting-nya


WELCOME TO THE REAL WORLD

Kebayang, waktu diwisuda sarjana sebenernya KEGALAUAN mulai dirasakan. Makannya ada yang ngasih hadiah buat yang baru diwisuda sebuah koran, buat nyari lowongan kerja. Saya aja yang dari mahasiswa udah mulai mandiri, merasakannya. Apalagi yang belum mengenal dunia REAL sejatinya. Makannya, ada yang nggak lulus-lulus biar masih dianggap mahasiswa. Dengan segala fasilitas dan idealismenya. Maklum masih mahasiswa.

Kalau udah lulus, malu juga kali masih minta sama orang tua.
Mau kerja sesuai jurusan saat kuliah sedikit peluangnya.
Itu juga karena waktu kuliah nggak serius belajarnya.

Beberapa nyoba kerja di perusahaan swasta.
berharap dapet pengalaman kerja.
Atau minimal di-ACC calon mertua.
Otak diperas, fisik dikuras, padahal gaji ngePAS.

Kalau gaji banyak, pasti beban kerjanya lebih banyak.
Beberapa tekun jadi karyawan yang baik, naik gaji cepet.
Bahkan dikuliahkan lagi.
Beberapa lainnya memilih untuk keluar di 3 tahun pertama,
ngelamar kerja di yang lain, atau nyoba jadi pengusaha.

Sebagian besar lainnya nyoba jadi PeEnEs.
Berharap diterima, walau peluang begitu kecil terasa.
Beberapa pake cara nggak wajar
Nyogok pake uang yang ada. Dari 50-200 juta.
Padahal gaji awal gak lebih dari 2 juta.
LOLOS BELUM TENTU, DOSA UDAH PASTI.

Yang keterima dengan cara benar Alhamdulillah
Tapi siap-siap mengusap dada
Karena idealita mahasiswa belum tentu sesuai realita
Tinggal memilih, ikut sistem atau memperbaiki sistem
Kalau perbaiki sistem siap-siap dikucilkan.

Beberapa yang lain memutuskan untuk lanjut S2,
Ada yang dapet beasiswa, atau dibiayai orang tua.
Tapi mesti paham, gelar S2 hari ini bukan berarti mudah diterima kerja. Kecuali yang mau jadi dosen. Lain ceritanya.

Ada yang dari awal udah mutusin untuk jadi pengusaha.
Macem-macem juga tantangannya.
Dari mulai ditipu patner, kesulitan modal sampai bingung mau bisnis apa?
Nggak jarang juga yang akhirnya masih serabutan
Atau bahkan dalam penelitian, 80% tutup di 5 tahun pertama.
Tapi, nggak sedikit juga yang SUKSES membangun usahanya
Walau butuh waktu dan PROSES yang cukup panjang.


Sob, apapun pilihan hidup yang akan dijalani
Yuk, RENCANAKAN DARI SEKARANG.
Persiapkan sedini mungkin.

Jangan mau dikendalikan keadaan, kitalah yang mengendalikan keadaan.
Masa depan ditentukan dari sekarang.

Maka,
Yuk, Mimpikan KESUKSESAN yang besar.
Kerjakan hanya yang BERGUNA bagi kehidupan
dan SYUKURI nasib baik yang akan dihadiahkan TUHAN

Siaaaappp?

Siapkaah  kita,?
Haruus..
tapi sebelumnya mari siapkan judul skripsi dulu,
edisi judul skripsi -_-' 
:-D

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar (keep brotherhood) :)

Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com