dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Sabtu, 21 September 2013

ke dokter THT

***sepertinya sudah beberapa bulan saya tidak pernah menulis diblog tercinta ini, (maklum, lagi sibuk, atau tdk ada hal menarik dalam hidupku belakangan ini, hahaha )***

Kali ini saya punya pengalaman baru, seumur hidup saya, selama 21 tahun berpetualangan di dunia ini (cie-cie) ini adalah pertama kalinya saya berkunjung ke dokter THT (kalau tidak salah ingat). Berawal dari rasa sakit dibagian telinga yang sakitnya menyebar sampai kepala membuat saya menyerah berdiam diri di rumah. saya memang belum pernah membersihkan telinga dengan peralatan canggih, paling menggunakan cotton bud dan terapi ear candle (lilin telinga) berupa gulungan kertas itu yang ujungnya dibakar saat digunakan. Memang membersihkan tapi hanya sedikit masih ada di daerah bagian dalam yang tersisa. Setelah berfikir matang-matang, ku putuskanlah berkunjuk ke dokter spesialis THT disalah satu klinik di Makassar. Saya tidak pernah ke klinik sebelumnya lho


Singkat cerita, setelah antri sekitar > 20 menit, saya dipanggil masuk ke ruang dokter.
"di sedot saja ya, supaya lebih plong," kata dokter
Tanpa berfikir panjang tapi sedikit kaget kuanggukkan kepala dan cuuuuusssttt... Lubang telinga saya disedot, mula-mula dengan suntik yang besar lalu dilanjutkan dengan alat yang tidak ku ketahui apa namanya, saya pakai efek teriak-teriak kecil lagi diruang dokter karena asli agak sakit juga sih. Alhasil, alhamdulillah, lebih plong benerran deh. Agak pusing juga setelah penyedotan (rasanya penghlihatan berputar-putar) tapi semua kembali baik dan mantap deh, walaupun masih sakit-sakit dikiit. hehehe. Pemeriksaan selesai, waktunya ke apotik untuk membeli obat sesuai resep dokter. Rutin minum obatnya ya, semoga lekas membaik :)

Jadi, pesannya adalah harus tetap menjaga kebersihan telinga, menggunakan cotton bud juga katanya kurang aman, boleh tapi jangan sampai ke daerah dalamnya karena hanya akan mendorong kotoran lebih dalam cukup dibagian luarnya, diliang-liang gitu. Harus rutin bersihin telinganya supaya nyamaaaan. 
:)

"Tubuh kita memiliki sistem alami untuk membersihkan lubang telinga dan membuat kita tetap bisa mendengar dengan baik. Salah satu cara yang dilakukan oleh telinga kita agar terhindar dari kotoran adalah melalui cairan ini. Tapi kamu harus tahu bahwa cairan ini terkadang berlebih di dalam telinga kita, dan mungkin justru akan mengganggu telinga kamu.
Setelah selesai melakukan tugasnya, cairan ini biasanya akan keluar dengan sendirinya dari telinga kita. Lho, bagaimana caranya? Yaitu melalui aktifitas yang dilakukan oleh rahang kita, misalnya ketika mengunyah permen karet atau makanan. Mungkin kamu tidak percaya, tapi gerakan pada rahang kita bisa mendorong kotoran yang ada di telinga menjadi keluar. Biasanya kotoran ini mengering dan rontok sendiri menjadi potonga-potongan atau serpihan. Inilah yang menjadi kotoran telinga kita.
Sebenarnya memberihkan telinga bagian dalam tidak dianjurkan karena bisa berbahaya. Alat yang biasanya digunakan untuk membersihkan telinga adalah cotton-bud, tapi alat ini seharusnya hanya untuk membersihkan telinga bagian luar saja bukan untuk telinga bagian dalam. Kotoran telinga di bagian dalam akan keluar dengan sendirinya." (sumber http://soktau.com/tau-gak-dari-mana-datangnya-kotoran-telinga.html)

3 komentar:

  1. Cara Mencegah Penyakit Ayan Anak dan Dewasa Jika tanda-tanda penderita akan mengalami kejang-kejang maka suruhlah dia menelan 1 atau 2 sendok teh garam serta menghirup aroma bau bawang putih yang sudah ditumbuk halus.

    BalasHapus
  2. Cara Membuat Jus Buah Untuk Mengobati Kanker Rahim Good article so interesting and if you visit back i say so thank you brother.

    BalasHapus

silahkan berkomentar (keep brotherhood) :)

Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com