dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Jumat, 05 Juli 2013

DIET INI MEMBUNUHKU !

Memiliki tubuh yang ideal adalah impian semua orang. Tak heran jika dizaman modern seperti ini semua orang rela melakukan apa saja demi impiannya tersebut. Memanfaatkan berbagai perkembangan teknologi, merogoh kocek yang dalam demi tubuh ideal yang diimpikan. Terutama mereka yang termasuk kalangan hawa.

Salah satu cara yang ditempuh oleh sebagian orang adalah diet. Namun terjadi perbedaan persepsi mengenai definisi diet ini. Sebagian masyarakat  berpendapat, diet itu adalah mengurangi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Mengurangi bahkan tidak mengonsumsi sumber karbohidrat atau beberapa zat gizi lainnya dalam sehari, tidak minum air atau lebih banyak minum air serta beberapa cara lain yang “menyesatkan”. Alhasil pelaku diet ini bukannya mendapatkan tubuh ideal malah menjadi sakit atau beberapa gangguan kesehatan lainnya, seperti sakit maag, rambut rontok, 5L dll.

DIET
Diet berasal dari bahasa Yunani, yaitu diaita yang berarti cara hidup. Definisi diet menurut tim kedokteran EGC tahun 1994 (dalam Hartantri, 1998) adalah kebiasaan yang diperbolehkan dalam hal makanan dan minuman yang dimakan oleh seseorang dari hari ke hari, terutama yang khusus dirancang untuk mencapai tujuan dan memasukkan atau mengeluarkan bahan makanan tertentu.

Jadi, diet adalah pengaturan asupan bukan pengurangan asupan. Bagaimanapun, untuk melakukan fungsinya dengan baik, tubuh memerlukan asupan makanan dan pastinya nutrisi yang cukup. Persepsi diet yang salah akan mengakibatkan mudahnya seseorang untuk menderita berbagai gangguan kesehatan tersebut. Penting untuk diketahui adalah diet bukan hanya dilakukan oleh mereka yang bersikeras menurunkan berat badan demi tubuh ideal tetapi diet ini memang merupakan salah satu program yang diperuntukkan bagi pasien-pasien dengan penyakit tertentu. Ada diet untuk penderita penyakit kolesterol, penyakit ginjal, asam urat, stroke, PJK (Penyakit Jantung Koroner) dan beberapa penyakit lainnya.

Intinya adalah diet dilakukan dengan mengatur porsi makannya agar jumlah makanan yang masuk sesuai dengan kebutuhan, tidak lebih dan tidak kurang. Namun, berhasilnya diet tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah asupannya tetapi juga pada fungsi fisiologis tubuh orang itu sendiri.
:)

Only Lembanna (cool place ;)


Welcome to Kota Bunga, Malino

Itulah tulisan yang menyambut kami memasuki kota sejuk yang selalu mengundang untuk berkunjung kembali. Cuaca yang adem ayem yang tidak pernah dijumpai di kota-kota besar lainnya. 


Yah, itulah Malino. Namun, kali ini tidak berhenti di Kota Malino saja. Lanjutkan perjalanan beberapa kilometer dan mari berbicara tentang lingkungan Lembanna. Salah satu lingkungan di Kecamatan Tinggimoncong Malino yang dikenal sebagai kaki gunung bawakaraeng. Salah satu gunung tertinggi juga di Sulawesi Selatan.
Hampir selama 2 minggu melakukan PBL, bertempat tinggal di rumah Tata’ Mudding, saya dan teman2 mendadak menjadi warga Lembanna (non permanent) :D

Sebelum berbicara jauh tentang Lembanna, ada baiknya kita tahu lebih banyak tentang Lembanna. Cekiidooot ;)
Lingkungan lembanna terletak di Kelurahan Pattapang Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa dengan Luas wilayah Lingkungan Lembanna adalah  3 Km2



Batas Wilayah
-Sebelah Utara berbatasan dengan     : Sungai Takappala
-Sebelah Timur berbatasan dengan     : Hutan Lindung & Lingkungan Bulu Balea
-Sebelah Selatan berbatasan dengan   : Sungai Balang Kayu
-Sebelah Barat berbatasan dengan      : Hutan Lindung & Kampung Beru

Keadaan Geografi dan Topografi Lingkungan Lembanna
Lingkungan Lembanna berada dalam ketinggian 1200 meter dari permukaan laut.

Orbitasi  (Jarak Tempuh dari Pusat Pemerintahan)
a.    Jarak dari Ibu kota Kecamatan                                   : ± 11 KM     
b.    Jarak dari Ibu kota Kabupaten                                   : ± 88 KM
c.    Jarak dari ibu Kota Provinsi                              : ± 98 KM
d.    Waktu tempuh ke ibu kota kecamatan                          : ± 20 menit
e.    Waktu tempuh ke ibu kota kabupaten                         : ± 120 menit
f.    Waktu tempuh ke ibu kota provinsi                             : ± 150 menit
g.    Waktu tempuh ke pusat fasilitas kesehatan (Puskesmas) : ±  20 menit

Jumlah RW dan RT
-Jumlah RW           : 2 RW
                             1. RW Tapanjeng
                             2. RW Lembanna
-Jumlah RT            : 5 RT

Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Lingkungan  pada tahun 2012 tercatat sebesar 423 jiwa dan persebaran penduduk di 2 RW yaitu Lembanna dan Tappanjeng pada umumnya. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai petani di sawah mereka ataupun sawah orang lain, bercocok tanam berbagai macam buah dan sayuran yang tumbuh subur dan sangan indah dipandang.

 Itulah sedikit perkenalan mengenai lingkungan ini. Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, Karena lingkungan ini berada di kaki gunung bawakaraeng maka satu yang pasti cuaca di sana sangat dingin, bahkan airnya saja seperti air yang dari kulkas (lemari es). Mungkin ini “Korea-nya” Indonesia yah hehe, dan salah satu pemandangan yang menarik adalah setiap minggunya mulai sejak hari kamis banyak pendatang yang meramaikan lingkungan ini, tidak ada tujuan lain selain menaklukkan puncak gunung bawakaraeng atau sekedar berkunjung ke lembah ramma (perjalanannya juga tidak kalah dengan perjalanan ke puncak). Wow kereeen. Kalau tidak salah, butuh waktu ± 3 jam menuju lembah ramma dan hampir setegah hari atau 12 jam mencapai puncak gunung bawkaraeng. Para pendatang yang lebih dikenal dengan pendaki ini datang secara berkelompok, hanya menitipkan motor di rumah warga dan istirahat beberapa menit saja mereka langsung go out  dan kembali 3 atau 4 hari kemudian. Hebat kaan ? walau belum pernah menaklukkan puncak atau berkunjung ke lembah Ramma, tapi kesannya terasa kok. Hehehe. Pendaki ini mayoritas adalah kalangan mahasiswa yang sekedar menyalurkan hobbi mereka, menikmati alam, jauh dari hiruk pikuk kota yang bising. Karena katanya, di atas sana, langit rasanya begitu dekat, sejauh mata memandang hanya terlihat pemandangan hijau seolah tak ada aktivitas manusia. Rasanya sangat disayangkan mengingat polusi dan sampah yang ada dibawah sana. Hooft.
Nah, bukan hanya puncak gunung dan ramma, di lingkungan ini juga terdapat air terjun (air terjunnya belum punya nama, jadi sebut saja air terjun lembanna). Teman-teman tidak akan menyesal berkunjung ke air terjun Lembanna ini, pokoknya sayang banget deh kalau tidak ke sana. 

Pokoknya kalau anak gaul bilang “tempat ini, ngangeniiiiin”. Ya, saya rasa itu memang kalimat yang tepat. 

Lembanna is one of recommended place
So, let’s go later
Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com