dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Sabtu, 30 Maret 2013

JANGAN MENIUP MAKANAN / MINUMAN


Foto: JANGAN MENIUP MAKANAN / MINUMAN 

Sering kita lihat bahkan kita sendiri melakukannya sebelum makan/minum yang panas maka kita dengan semangat meniupnya, salah satu yang sering dilakukan adalah ketika kita membuat susu untuk anak di dot karena masih panas dan si anak merengek kepanasan maka dengan sigap kita lalu meniupnya dengan tujuan agar cepat dingin............ternyata oh ternyata hal itu di dalam Islam termasuk barang terlarang. 

Coba simak beberapa hadits yang berkaitan dengan makanan panas dan larangan meniupnya:
1. Dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
2. Dari Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya beliau jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya”. [HR Hakim no 7124. Hakim mengatakan, “Hadits sahih sesuai dengan kriteria Muslim”. 
3. Dari Abu Hurairah, beliau mengatakan “Makanan itu belum boleh dinikmati sehingga asap panasnya hilang”. Diriwayatkan oleh al Baihaqi dengan sanad yang sahih.

Mungkin kita jadi penasaran bagaimana penjelasan atau alasan ilmiahnya, dalam berbagai diskusi di dunia maya maupun dunia nyata ada beberapa alasan/penjelasan ilmiahnya:

1. Meniup makanan akan memberikan peluang adanya transfer kuman dari si peniup ke makanan/minuman yang kita tiup, bayangkan apabila si peniup sedang sakit flu , TBC atau mungkin hepatitis maka kemungkinan penularan akan terjadi.

2. Jika kita meniupnya, maka kita akan mengeluarkan gas CO2 dari dalam mulut. menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam, sehingga dapat menjadi masalah bagi kesehatan kita. Meskipun pendapat ini masih perlu diperdebatkan karena ada yang berpendapat bahwa Reaksi antara CO2 dan H2O hanya terjadi pada suhu dan tekanan tinggi. CO2 dapat larut dalam air dalam tekanan tinggi, membentuk H2CO3. pada 25 derajat celcius, Kc = 1.70 x 10-3. Untuk mencapai keseimbangan, reaksi antara CO2 dan H2O membutuhkan katalisator. Kalau tidak ada katalisator, reaksi ini akan berjalan lambat. H2CO3 merupakan asam lemah.

3. Alasan lain jangan meniup adalah Sebenernya yg bermasalah bukan pada airnya tapi pada komponen yg berada di air. Dalam air jika mengandung Kapur tohor (CaO) apabila ditiup oleh nafas manusia, bereaksi dengan CO2 dalam nafas, akan menjadi batu kapur (CaCO3) dan batu kapur ini salah satu dari batu ginjal yang paling sering ditemui.

Dari tulisan diatas yang perlu digaris bawahi sebagai seorang muslim kita wajib menjalankan sunah Nabi SAW, dan mengenai penjelasan ilmiahnya memang perlu kita cari guna menambah pengetahuan dan keyakinan kita. .................Semoga bermanfaat.... SALAM GEDARZI............. 
 Sering kita lihat bahkan kita sendiri melakukannya sebelum makan/minum yang panas maka kita dengan semangat meniupnya, salah satu yang sering dilakukan adalah ketika kita membuat susu untuk anak di dot karena masih panas dan si anak merengek kepanasan maka dengan sigap kita lalu meniupnya dengan tujuan agar cepat dingin............ternyata oh ternyata hal itu di dalam Islam termasuk barang terlarang.

Coba simak beberapa hadits yang berkaitan dengan makanan panas dan larangan meniupnya:
1. Dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
2. Dari Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya beliau jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya”. [HR Hakim no 7124. Hakim mengatakan, “Hadits sahih sesuai dengan kriteria Muslim”.
3. Dari Abu Hurairah, beliau mengatakan “Makanan itu belum boleh dinikmati sehingga asap panasnya hilang”. Diriwayatkan oleh al Baihaqi dengan sanad yang sahih.

Mungkin kita jadi penasaran bagaimana penjelasan atau alasan ilmiahnya, dalam berbagai diskusi di dunia maya maupun dunia nyata ada beberapa alasan/penjelasan ilmiahnya:

1. Meniup makanan akan memberikan peluang adanya transfer kuman dari si peniup ke makanan/minuman yang kita tiup, bayangkan apabila si peniup sedang sakit flu , TBC atau mungkin hepatitis maka kemungkinan penularan akan terjadi.

2. Jika kita meniupnya, maka kita akan mengeluarkan gas CO2 dari dalam mulut. menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam, sehingga dapat menjadi masalah bagi kesehatan kita. Meskipun pendapat ini masih perlu diperdebatkan karena ada yang berpendapat bahwa Reaksi antara CO2 dan H2O hanya terjadi pada suhu dan tekanan tinggi. CO2 dapat larut dalam air dalam tekanan tinggi, membentuk H2CO3. pada 25 derajat celcius, Kc = 1.70 x 10-3. Untuk mencapai keseimbangan, reaksi antara CO2 dan H2O membutuhkan katalisator. Kalau tidak ada katalisator, reaksi ini akan berjalan lambat. H2CO3 merupakan asam lemah.

3. Alasan lain jangan meniup adalah Sebenernya yg bermasalah bukan pada airnya tapi pada komponen yg berada di air. Dalam air jika mengandung Kapur tohor (CaO) apabila ditiup oleh nafas manusia, bereaksi dengan CO2 dalam nafas, akan menjadi batu kapur (CaCO3) dan batu kapur ini salah satu dari batu ginjal yang paling sering ditemui.

Dari tulisan diatas yang perlu digaris bawahi sebagai seorang muslim kita wajib menjalankan sunah Nabi SAW, dan mengenai penjelasan ilmiahnya memang perlu kita cari guna menambah pengetahuan dan keyakinan kita. .................Semoga bermanfaat.... SALAM GEDARZI.............

2 komentar:

  1. Obat Stroke Iskemik Herbal Alami adalah sebuah solusi untuk anda yang bingung mencari obat untuk mengatasi penyakit stroke, selain itu ada juga Obat Untuk Mengobati Stroke Ringan Herbal yang memang banyak dicari karena sekarang ini banyak sekali penderita penyakit stroke ringan. Obat Stroke Tradisional Alami Ampuh, memang sangat ampuh karena terbuat dari bahan-bahan tradisional. Obat Untuk Stroke Ringan Yang Manjur juga sangat ampuh untuk mengatasi stroke ringan. Untuk itu Obat Penyakit Stroke Alami dan Tradisional sangat membantu sekali untuk pengobatan penyakit stroke. Obat Mujarab Untuk mengobati Penyakit Stroke merupakan sebuah obat mujarab yang banyak dijadikan alternatif oleh banyak orang, Obat Penyakit Stroke Alami dan Tradisional dan Obat Alami Untuk Mengobati Penyakit Stroke ini sudah banyak membantu orang-orang yang mengidap penyakit stroke dengan menggunakan Obat Untuk Penyakit Stroke Paling Ampuh. Obat Herbal Untuk Penderita Penyakit Stroke ini sangat aman, karena terbuat dari bahan alami yang 100% herbal. Obat Tradisional Untuk Penyakit Stroke Berat pun tersedia untuk anda yang memang mengalmai stroke berat. Untuk itu baik Obat Tradisional Untuk Menyembuhkan Penyakit Stroke, Obat Untuk Mengobati Stroke Ringan Maupun Berat, ataupun Obat Herbal Yang Mampu Untuk Mengobati Penyakit Stroke sangat baik dan berkhasiat sangat tinggi untuk mengobati penyakit stroke hingga tuntas.

    BalasHapus
  2. Bagi Anda yang mengalami infeksi rahim, silahkan mengunjungi website kami disini Jika Anda Penderita Infeksi Rahim, Hindari Makanan Ini

    BalasHapus

silahkan berkomentar (keep brotherhood) :)

Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com