dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Minggu, 18 November 2012

“silahkan tidur, bangun tidak dijamin”



18 Nov 2012 oleh Wina Kurnia S.

Ini merupakan hal yang jarang ku lakukan, menulis, hmm...
Aku tidak tahu, mengapa aku memiih judul itu, mengapa aku suka membahas hal-hal yang berbau agama, aku bukan orang yang sok alim sih, tapi hari ini, melalui acara Ust. Yusuf Mansyur di ANTV tadi pagi (Wisata Hati) sungguh menyentuh. 

Tidur memang waktu yang tepat mengistirhatkan tubuh setelah melakukan fungsinya setiap hari. Dicelah-celah tidur anda (apa tidur punya celah,  i dont know) Pernahkah anda tidur dengan perasaan was-was ? atau hanya tidur dengan perasaan lelah akan pekerjaan hari-hari anda ? pernahkan anda berfikir bahwa saat anda tertidur, mungkin anda akan tidur selamanya dan akan terbangun bersama orang yang lebih dahulu meninggal daripada anda, anda bukan terbangun untuk beribadah, bekerja, olahraga, ataupun bergaul dengan orang tua, teman-teman atau semua hal yang biasa berada disekeliling anda. Anda telah meninggal. Sadarkah kita tentang hal ini ? Siapkah kita ? 

Bukan bermaksud menggurui, hanya menyampaikan apa yang saya dengar bahwa betapa baiknya kita memperhatikan hal-hal yang membuat kita mengingat kepada-Nya sebelum kita tidur. Ingatkah kita membaca doa tidur ? berucap “alhamdulillah” atau membaca doa bangun tidur ? membaca ayat-ayat Al-Qur’an ? mengingat Allah ? shalat malam, bangun untuk shalat subuh ? atau kita dengan PD-Nya tidur begitu saja seolah-olah esok kita akan terbangun, esok adalah milik kita seutuhnya ? Ya Allah, Ampuni kami

Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh Ust. YM hari ini. Seorang pria yang bernama Jaka (37) tahun yang tidak suka dengan lampu yang menyala setiap ia tidur. Bangun tidur ia selalau bergerak langsung mencari saklar lampu. Namun, pada suatu hari saat ia terbangun mencari saklar lampu yang biasa disentuhnya setiap pagi itu tidak ditemukan. Si Jaka berjalan terus mencari saklar lampu. Anehnya, dalam perjalan mencari saklar lampu tersebut, dia tidak menabrak meja, kursi ataupun apapun benda yang berada dikamarnya. Rasanya, ruang kamar yang tidak begitu luas tersebut berubah menjadi ruangan yang luas. “Apakah aku telah mati”, bisik Jaka dalam hati. Singkat cerita, hidup Jaka berubah setelah kejadian tersebut, tentu saja menjadi lebih baik.

“Maka lakukanlah amalan yang baik, pasrahlah saat tertidur”
Semoga saya dan pembaca tulisan ini selalu berusaha menjadi yang terbaik di jalanmu ya Rabb,
Amin :)

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar (keep brotherhood) :)

Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com