dan kutulis mereka yang menari-nari dalam fikiranku, kecuali sedikit

Minggu, 18 November 2012

Ketindihan saat tidur ? Just Sleep Paralysis

Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda bukan sedang diganggu mahkluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya!

Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.

Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).

Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.


sumber : - dari seseorang yang jenius :)
                - http://forum.kompas.com/teras/207387-penyebab-ketindihan-hantu-arti-penyebab- ketindihan.html

(saya tertarik dengan kasus ini, jadi saya cari tahu dan mem-posting juga :) ) 
thanks

“silahkan tidur, bangun tidak dijamin”



18 Nov 2012 oleh Wina Kurnia S.

Ini merupakan hal yang jarang ku lakukan, menulis, hmm...
Aku tidak tahu, mengapa aku memiih judul itu, mengapa aku suka membahas hal-hal yang berbau agama, aku bukan orang yang sok alim sih, tapi hari ini, melalui acara Ust. Yusuf Mansyur di ANTV tadi pagi (Wisata Hati) sungguh menyentuh. 

Tidur memang waktu yang tepat mengistirhatkan tubuh setelah melakukan fungsinya setiap hari. Dicelah-celah tidur anda (apa tidur punya celah,  i dont know) Pernahkah anda tidur dengan perasaan was-was ? atau hanya tidur dengan perasaan lelah akan pekerjaan hari-hari anda ? pernahkan anda berfikir bahwa saat anda tertidur, mungkin anda akan tidur selamanya dan akan terbangun bersama orang yang lebih dahulu meninggal daripada anda, anda bukan terbangun untuk beribadah, bekerja, olahraga, ataupun bergaul dengan orang tua, teman-teman atau semua hal yang biasa berada disekeliling anda. Anda telah meninggal. Sadarkah kita tentang hal ini ? Siapkah kita ? 

Bukan bermaksud menggurui, hanya menyampaikan apa yang saya dengar bahwa betapa baiknya kita memperhatikan hal-hal yang membuat kita mengingat kepada-Nya sebelum kita tidur. Ingatkah kita membaca doa tidur ? berucap “alhamdulillah” atau membaca doa bangun tidur ? membaca ayat-ayat Al-Qur’an ? mengingat Allah ? shalat malam, bangun untuk shalat subuh ? atau kita dengan PD-Nya tidur begitu saja seolah-olah esok kita akan terbangun, esok adalah milik kita seutuhnya ? Ya Allah, Ampuni kami

Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh Ust. YM hari ini. Seorang pria yang bernama Jaka (37) tahun yang tidak suka dengan lampu yang menyala setiap ia tidur. Bangun tidur ia selalau bergerak langsung mencari saklar lampu. Namun, pada suatu hari saat ia terbangun mencari saklar lampu yang biasa disentuhnya setiap pagi itu tidak ditemukan. Si Jaka berjalan terus mencari saklar lampu. Anehnya, dalam perjalan mencari saklar lampu tersebut, dia tidak menabrak meja, kursi ataupun apapun benda yang berada dikamarnya. Rasanya, ruang kamar yang tidak begitu luas tersebut berubah menjadi ruangan yang luas. “Apakah aku telah mati”, bisik Jaka dalam hati. Singkat cerita, hidup Jaka berubah setelah kejadian tersebut, tentu saja menjadi lebih baik.

“Maka lakukanlah amalan yang baik, pasrahlah saat tertidur”
Semoga saya dan pembaca tulisan ini selalu berusaha menjadi yang terbaik di jalanmu ya Rabb,
Amin :)
Instagram

Twitter

Translate

Text Widget

Copyright © winaakurniaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com